Jika bicara seharusnya..
Maka ada banyak seharusnya..
Yang mana seharusnya itu harus terjadi semestinya..
Karena, sudah terlalu banyak tawa ceria..
Karena, sudah terlalu banyak cerita berlebih..
Karena, sudah terlalu banyak moment jauh mengindahkan..
Dan, karena ada campur air mata melewati semua yang membuatnya menjadi terlalu indah..
Jangan larang aku katakan itu..
Karena memang itu mauku..
Karena memang itu inginku..
Karena memang itu itu juga jadi harapku..
Dan, "APA YANG MENJADI AKU, MAUKU, INGINKU, JUGA HARAPKU UNTUK BERSAMA AKAN KITA CIPTA UNTUK KITA RASA BERSAMA TANPA MELIBATKAN SIAPA-SIAPA YANG MENGGANGGU DI DALAMNYA"
Kaulah warnaku..
Yang mewarnai jengkal sisiku dan detail momentku melewati apa-apa..
Warna yang memang akan sedikit tertutup oleh warna-warna yang datang..
Tapi, seolah warna dasar "ENGKAU MENGAWALI DAN MENJADIKANYA DASAR TETAP"
Dan, ku yakini hati ini akan berdasar kepada apa yang telah bermula pertama dan akan berakhir oleh warna yang dia rasakan indah mendasari awalnya "DAN ITU KAU, YANG KU SEBUT MENJADI WARNA DI AWAL MEWARNAIKU"
Aku akan selalu mengamini "ENGKAULAH WARNAKU SEKARANG DAN NANTI TETAP"
Semoga dari semua jiwa baik yang menganggunkan kehidupan, "JIWA YANG SATU ADA"
yang Sangat mencintaiku..
Menghargai yang memuliakanku..
Yang hidup untuk memelihara kedamaian hatiku..
Yang memperhatikanku sebagai harta yang paling bernilai baginya..
Yang sangat berbahagia mensetiakan hidupnya untukku..
Dan, yang aku cintai dan muliakan sepanjang hidupku..
Dan aku kan menjaga diriku untukmu..
Sekuatku, walau banyak goda oleh para penawar membawa warna lain..
Dan, aku sekarang sudah waktunya mengatakan "TIDAK"
kepada para penawar pembawa tawaran itu..
Kau warnaku yang satu..
Ku tetap berarah pada yang satu itu..
Kepada arah yang hati sangat yakini itu..
Kepada kamu..
Aku mencintaimu dinda sayangku..
Terima kasih buat semua rasa itu..
Mari kita bercerita jauh lebih indah mengikuti jalannya waktu..
Dari yang lainnya indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar