25 April 2014

OH UNITED! OH MOYES!




Ini tulisan beberapa hari lalu setelah David Mo dinyatakan dipecat. Ironi mendengarnya tapi itulah faktanya. Mendengar kabar tentang pemecatan David Moyes, saya sempat merasa “shock” karena apa? Karena memang sebelumnya sempat membaca kalau sang pelatih masih akan diberi kesempatan menukangi United paling tidak sampai musim depan. Musim depan akan diberikan sebagai pembuktian seberapa jauh Moyes mampu mengangkat tim ini setelah musim ini dia buat tak berdaya luluh lantah di semua liga yang United ikuti. Harusnya United menjadi tim yang memberikan perlakuan berbeda buat sang pelatih karena mamang saya masih ingin melihat tahun kedua Moyes melatih. Bahkan G. Neville berujar demikian bahwa United harusnya berbeda. Atau Sir Alex juga akan merasa miris dengan perlakuan ini. Sungguh sangat menanti komentar dari SAF atas apa yang telah terjadi. Kecewa memang, bahwa kabar pemeacatan Moyes diketahui bocor sebelum pernyataan resmi club. Arrgh mau marah juga sama siapa? gondog dondog sudah sendiri!

Sungguh memang, memang sungguh kami tidak melihat United yang sebagaimana biasa kami lihat sebelumnya. Awal musim 13/14 ketika Sir Alex menjatuhkan pilihan kepada ex Everton ini kami begitu “pede” karena memang Sir Alex menjadi aktor utama terpilihnya Moyes yang mana waktu itu ada banyak nama yang media sebutkan (Mourinho dan Guardiola). Lalu David Moyes yang di titah. Setelah Moyes resmi diperkenalkan waktu itu, saya  merasa United akan bisa dia bawa paling tidak “selevel” sebagaimana ketika SAF mengepalai  tim ini tanpa berandai Moyes mampu melebihi. Saat itu memang sedih rasanya berpisah dengan sang mentor yang telah 26 tahun bersama tim dengan segudang gelar yang telah ia beri untuk United. Lalu sang mentor berkata “your job now is to stand by our new manager” pada penggalan pidato pertandingan perpisahan di OT setelah United berhasil merengkuh titlenya yang ke-20. Yahh, kala itu saya bilang ngga ada lagi “hiredryer”  atau pemandangan kunyahan “permen karet” di sisi lapangan tiap game United.

“Waktu memang tidak tetap dengan setiap individu di dalamnya lambat laun akan berganti tak tetap pula”. 

Ini yang membuat saya merasa siapa pun orang di dalam tim ini akan tetap saya dukung sebagai seorang fan yang begitu menantikan akhir pekan buat match United bisa saya saksikan. Singkat cerita Moyes datang dengan rekor yang dia bawa dari Everton dan siapapun akan kiranya beranggapan adalah pilihan tepat. Moyes menstabilkan Everton di papan atas jadi kerikil tajam buat big four. Bahkan masih teringat di pikiran saya bahwa Everton lah yang menunda pesta ke-20 buat United lebih cepat dirayakan.

Setiap orang selalu membicarakan pertandingan sebelum atau sesudahnya. Tapi kali ini agak sedikit berbeda. Pembicaraan tentang  Boss baru dan para pemain lebih ke arah negatif. Ini menjadi imbas hasil perpekan yang United raih tak sesuai dengan harapan yang para fan ingin.
Kekalahan pertama United di tanah para dewa. Itu adalah untuk kesekian kalinya catatan bagus United selama bertahun-tahun terpatahkan musim ini.  Tidak seperti minggu-minggu sebelumnya yang masih diwarnai keyakinan dan pembelaan.
 
 Ada apa ini sebenarnya?  Ini bukan hanya tentang menang-kalah. Akan tetapi tentang bagaimana tim seolah sudah tidak memiliki semangat juang  lagi. Jika terus tumbang dan seperti itu kita pun akan mengktitisi  wujud kepedulian kita kepada tim.
 
Saya berusaha selalu coba mengambil sisi positif dari segala apa yang terjadi dengan tim ini. Saya beranggapan ini  adalah musim transisi buat Moyes dengan tim barunya, dan  itu  akan selalu sulit karena juga Moyes dan juga fan selalu akan berkaca “apa yang telah SAF kerjakan sebelumnya”. Memang kepercayaan akan selalu diberikan kepada Moyes dan tim karena itu tugas kami sebagai penggemar. Dan saya sudah mencapai tahap "tak apalah musim berakhir tanpa gelar,  asalkan United tetap bermain menunjukkan semangat juang dan menghibur ". Akan tetapi musim ini tak kami dapatkan hal semacam itu.

YA SEMUA INI SALAH FERGIE, YA SALAH FERGIE! mungkin kata sebagian orang? who knows?

Kami sadar kekuatan dan pengaruh besar yang diberikan Sir Alex dalam 26 tahun terakhir. Beliau tidak hanya membangun tim namun juga menetapkan standar yang  sangat tinggi. Akan sangat sulit bagi siapapun  yang  meneruskan pekerjaannya dalam tim. Sebagai bukti Moyes telah lengser, lalu siapa penerus lagi. TIdak ada 2nd season ternyata buat ex Everton ini :(
. Seharusnya dulu David Moyes dulu menerima saja pinangan Fergie ketika memintanya menjadi asisten di 1998. Steve McLaren akhirnya masuk dan merasakan manisnya treble winners. Jika saja dulu, maka Moyes akan mengenal luar dalam dari tim ini. Tapi nyatanya, tidak. Kemudian dia datang dalam waktu yang sangat jauh berbeda. Tidak ada Fergie, tidak ada Rene Meulensteen, tidak ada Mike Phelan, dan  tidak ada Eric Steele di tim harus berganti dengan sosok-sosok baru dari ex club Moyes.

Kembali sebelum partai liga resmi musim pertama buat Moyes dimainkan, ketika pra-musim pun tepatnya. Performa tim juga tak menunjukkan sebagaimana yang diharapkan. Oke, lupakan pra-musim. Moyes pun memulai pertandingan pertama liga (community shield) v sang juara ranah FA (wigan) Moyes mengawali debut dengan hebat meraih kemenangan. Itu piala awal dan terakhir buat Moyes di United. Tapi community shield tak se-glamor Epl atau European league. Bahkan United tercatat sebagai tim yang tak memenangi satu liga pun. Jadi community shield bukanlah satu hitungan.

Lalu apa yang Moyes perbuat dengan sekuadnya selama kurang lebih 10 bulan dari kontrak 6 tahun yang diberikan? 348 hari adalah sebuah rekor bagi David Moyes sebagai manajer United paling cepat sejak 1927 silam. Torehan rekor mentereng atau sebaliknya?. Steve Round dibawa, Jimmy Lumsden juga, tidak tanggung-tanggung Crish Woods pun diajak Moyes yang membuat para fan belum terbiasa dengan nama-nama tadi, toh Neville yang juga datang tidak ada complain khusus buat dia.

Lalu, lemahnya management tim mendatangkan pemain-pemain yang menutupi celah-celah lini tengah United tak kunjung datang. Dulu gembar gembor Fabregas, Thiago Alcantara yang digadang sudah rampung tak juga mendarat di OT, haya si kribo Fellaini yang ia bawa dan belum bisa cepat padu dengan tim sementara Baines yang diharapkan saya cuma menguap saja. Oh Moyes Oh Moyes.

Lalu apalagi? Saya tidak tau entah mana yang benar? Tentang cekcok Moyes dengan Van Persie apa itu benar-benar terjadi atau Cuma sekedar bumbu media.

Lalu, taktik yang dikatakan sangat mudah dibaca lawan dan United dikatakan sangat monoton dalam tiapa pertandingan disinyalir Moyes tak terlalu pandai meracik skuad yang ada di United, dan beberapa pengamat mengkritisi Steve Round yang terlalu sibuk dengan “diary” tactical booknya. Imbasnya ya pada hasil pertandingan yang terjadi. Hingga fan sebagian meneriakkan MoyesOut segera terlaksana, banner “the choosen one” diminta untuk segera diturunkan sampai seorang fan yang telah geram rela menyewa pesawat untuk melintasi OT dengan tulisan yang membentang “the wrong one”  pada laga United lalu. Walau pada akhirnya Moyes dipecat dan banner akan segera berganti.

Lantas rekor yang yang Moyes torehkan buat United sangat banyak dimana Everton berhasil menumbangkan united di laga home away untuk pertama kalinya sejak 69/70 silam. Berlanjut performa tim main di kandang terburuk dalam satu decade. Musim ini jadi musim pertama dalam sejarah EPL City dan Pool mampu menumbangkan United di laga home dan away. Masih ada lagi musim ini jadi kali pertama sejak ‘95 United gagal lolos ke liga champion dan tersingkir di babak ke-3 FA cup dimana musim 26 tahun fergie tidak pernah terjadi.

Dan, pemecatan Moyes saya tidak tau apakah ini langkah yang tepat atau tidak untuk United?. Orang-orang petinggi OT yang memiliki kebijakan yang lebih tau bagaimana cara menyelamatkan tim ini. Bagi saya seharusnya ada musim ke-2 buat Moyes, ya seharusnya begitu.


Success another place ex.Boss


"So, come on David Moyes plays like Fergie’s boys, you gonna wild wild wild…wild wild wild..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar